A Part of Me

I was in a mood for nostalgia this evening so I decided to take a look at my old writings.

Oh. My. God. It feels as if I have just found a treasure chest burried at the corner of an attic, dusty, old, filled with bittersweet memories of an innocent young girl who was 16-18 years old at the time those memories were recorded.

I have forgotten the reason why I wrote most of the poems. Maybe something really happened or nothing happened at all. Sometimes, I just liked to imagine as if I had been someone else and wrote a poem trying to express the emotion as if I was experiencing it by myself. I just realized how much I used to love to dramatize things.

I don’t write poems anymore. I am not sure whether I am still capable to do so. Writing poems require a great amount of imagination and I doubt I still have enough, but it will be worth to try again.

Many of the poems are very embarassing (which is why I don’t post them all here haha), but it was a part of who I was and who I am today. I think for once in a while, it is necessary for us to remind ourselves about where we came from and how we have come to be who we are now.

MIMPI

Ketika kecil, Aku memiliki segudang mimpi, ini dan itu. Aku ingin menjadi ini dan itu. Aku ingin melakukan ini dan itu. Aku ingin mempunyai ini dan itu. Aku ingin mengunjungi tempat ini dan itu. Aku ingin orang berkata ini dan itu. Aku ingin bertemu dengan si ini dan itu. Aku ingin ini dan itu.

Aku ingin menjadi seorang putri. Bersama burung-burung biru bernyanyi menghibur penghuni hutan. Bersama kelinci-kelinci putih melompat dan menari riang. Bersama peri-peri kecilku berdoa di bawah kerlap-kerlip bintang. Lalu pergi ke negeri seberang bersama Sang Pangeran.

Aku ingin menjadi seekor burung. Mengepakkan kedua sayapku di bawah hamparan langit biru. Terbang melewati semua aktivitas orang di bawah. Terbang menuju ke tanah di balik pegunungan itu. Kemudian membangun sarangku di sebuah pohon yang rindang.

Aku ingin menjadi seorang bajak laut. Mengarungi lautan dan berburu harta karun. Semua musuh dan monster penghuni laut kukalahkan dengan meriam di kapalku. Bersama awak kapal bernyanyi riang mencapai kemenangan. Berlayar kembali mencari lautan yang hilang.

Aku ingin menjadi seorang bangsawan. Memiliki sebuah rumah besar dengan perabotan yang hanya ada satu di dunia ini. Memiliki taman yang terbentang dengan rerumputan hijau dan warna-warni serta semerbak harum bunga. Mengadakan pesta kebun dengan mengenakan gaun yang cantik. Bermain petak-umpet dengan teman kecilku lainnya.

Aku ingin menjadi seorang pelukis. Dengan seni dalam darahku, ku torehkan warna-warni dalam selembar kanvas putih. Atau dengan sebatang pensil abuku, melukiskan sketsa wajah dalam hitungan menit. Lalu, aku akan berdiri di suatu podium. Mengucapkan terima kasih atas kehadiran orang-orang dalam pameranku.

Aku ingin menjadi seorang penulis. Di mana orang akan membaca bukuku di sela aktivitas mereka. Di mana mereka akan membunuh waktu dengan bertualang bersama karakter fiksi ciptaanku. Lalu, Aku akan tersenyum dengan jepret kamera dan membubuhkan tanda tanganku di balik lembar foto itu.

Aku ingin menjadi seorang pemandu wisata. Mengantarkan orang bertamasya ke tempat baru. Mendapatkan uang sekaligus berlibur. Mempelajari bahasa dan budaya baru. Mengabadikan setiap panorama dalam album perjalananku. Membawa beberapa cinderamata untuk sanak saudaraku.

Aku ingin menjadi seorang kepala sekolah. Kubayangkan sekolahku berdiri megah, membuat orang berdecak kagum melihatnya. Dengan asrama untuk siswa-siswi yang menimba ilmu. Kelak sekolahku tak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga nilai kehidupan. Kelak dalam setiap tahun ajaran baru, Aku akan memberi kata sambutan untuk murid-murid baruku.

Aku ingin menjadi seorang atlet bulu tangkis. Beraksi membantai lawanku dengan serangan smash yang tajam. Beraksi dengan kaus bertuliskan namaku di belakangnya. Membuat penoonton meneriakkan namaku ketika aku mengembalikan smash lawan dengan sempurna. Membawa pulang piala dengan penuh kebanggaan.

Aku ingin menjadi seorang pemimpin salah satu perusahaan tersukses di dunia. Ke manapun Aku pergi, orang akan berhenti dan terpana dengan karisma yang kumiliki. Ketika aku berbicara, kata-kataku dapat membuat mereka mengangguk-angguk, tak berdaya harus menjawab bagaimana.

Namun, ketika Aku beranjak ke usia yang lebih tua, Aku mulai melupakan mimpiku satu per satu. Membiarkan mereka tertinggal di belakang, lama kelamaan hilang terhempas angin waktu. Aku berpikir itulah saatnya Aku mulai berhenti bermimpi. Lalu, Aku meneruskan hidup apa adanya tanpa impian yang muluk-muluk.

Dan lihatlah, apa jadinya Aku tanpa mimpi? Aku hanyalah seorang pelajar. Yang pada akhirnya hanya mendapat sejumlah nilai di selembar kertas bernama SKHUN..

Haruskah Aku bermimpi lagi?

Tangerang, 3 Juli 2008

Are You….?

Leaves are covered with dews
The ducks are swiming in line
There, you can see the news
Are you blind?

They swim faster when the bells ring
Together to welcome what they expected
He’s achieved not even a single thing
Are you satisfied?

More friends are invited to join
They’re calling them out loud
I bet he’s sorry to disappoint
Are you proud?

26 Juni 2008

Listening to the birds song
Looking to the azure skies
This is where we belong
Together until our tear dries

No matter how hurt the scars

Patiently waiting with gloom
Every night under the silver stars
Eternally until the flowers bloom

Whispering in the sound of rain

Can’t hear what they say
Running to catch the train
Till lost in the way

Hardest to understand

What’s inside the world
Here forever we stand
Keeping the words untold

Staring at your reflection in water

Recalling the memories in the past
Pretending it does not matter
But it lasts so fast

Exploring the serene forest

With fantasy awaits in front
Why should I do the rest?
‘Cause you tell me “don’t”

Little puppies look for cheer

While we reunite in moonlight
Whatever happens, for sure
They insist on going wild

Freedom

After years even centuries

I’ve been looking for you
To ensure you are exist
Yes…..you’re there….
I see you uncovered
With no mask…
no more lies…
No more acting…
Only freedom in your eyes…
Like the birds were released from its cage
Flying in the blue sky
Through the white cloud and mist
See the world and horizons
Listen to the ocean waves
Let the time flows
Writes every chapter
It’s your story
Not his
not hers
not mine
It’s yours


Hujan

Kami bercengkrama di sini, di bawah rintik derasmu

Sedari tadi kami menunggu, berharap kau akan berhenti
Berdoa supaya kau pulang dan menjemput sang mentari

Lost Wanderer

To join the crowds there
Is to lie to myself
Because my realm is here
Where I suppose to believe

My face shows the expression
That no one could understand
It is not my reflection
But I could not comprehend

I struggle so hard to smile
That none seems to realize
I laugh at myself in a while
How strong I can stand such lies

I wander in this hazy journey
Looking for my ship to sail
Until there comes the fateful day
To be freed from the cursed jail

Advertisements

2 thoughts on “A Part of Me

  1. sanctunerdy says:

    I love ya thepotatato! Love how you interpret the world arounds you through a clever diction.

    These amazing poems are so awesome. Reading your poems always getting me somewhere.

    Keep writting, you are awesomeeeee

    Xoxo

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s